Peranan Perpustakaan Keluarga dalam Membangun Minat Baca


Dunia Perpustakaan | Sebelumnya kami sudah pernah membuat sebuah tulisan tentang Cara Sederhana Membuat Perpustakaan Pribadi untuk Keluarga. Dimana sebuah perpustakaan keluarga memang teramat sangat penting untuk mengenalkan dan membiasakan keluarga kita tentang luar biasanya sebuah kebiasaan budaya membaca. 

Untuk menguatkan pendapat tersebut, berikut kami sertakan tulisan yang kami kutip dari analisadaily.com (29/7/2011) sebuaha opini dari R.E. Nainggolan  seorang Direktur Pusat Studi Ekonomi Rakyat (PUSERA) Sumatera Utara Indonesia yang menulis tentang “Peranan Perpustakaan Keluarga dalam Membangun Minat Baca”

Kualitas Sumber Daya Manusia di saat sekarang ini menjadi hal yang sangat menentukan pertumbuhan sebuah bangsa. Hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh pendidikan baik formal maupun informal.

Proses pendidikan merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan menuju kedewasaan dalam berpikir maupun bertindak. Proses ini dilakukan tentunya dengan meng-input informasi sebanyak mungkin untuk memperluas wawasan dan cakrawala berpikir. Karena dengan memiliki wawasan yang luas lah kita dapat melihat dan memahami ruang lingkup kehidupan yang dapat menuntun kita untuk berbuat dan berkarya bagi kehidupan.

Salah satu cara yang sangat efektif untuk mendapatkan informasi adalah dengan membaca buku, koran, majalah, dan lain sebagainya. Artinya adalah bahwa “membaca” menjadi kegiatan utama untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Informasi ini berupa informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.

Namun harus diakui bahwa kegiatan membaca belum menjadi hal yang menarik bagi sebahagian besar masyarakat Indonesia terutama anak-anak. Penyebab utamanya adalah karena membaca merupakan kegiatan yang monoton dan membosankan bagi anak.

Namun mengingat manfaat yang begitu besar yang didapatkan dari aktivitas membaca maka tetap diperlukan upaya-upaya yang serius untuk menumbuhkan minat membaca yang dimulai dari usia dini (anak). Karena dengan tumbuhnya budaya baca pada anak maka akan terjadi transformasi informasi yang dapat mempercepat perkembangan pengetahuannya. Dengan kata lain minat baca yang tinggi pada anak dapat menjadi suatu proses pendidikan bagi dirinya menuju kedewasaan.

Perpustakaan

Perpustakaan merupakan tempat yang cocok untuk membaca, karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki; 1991 ).

Ada dua unsur utama dalam perpustakaan, yaitu buku dan ruangan. Semua buku, majalah, dsb diorganisir, disusun teratur, sehingga ketika kita membutuhkan suatu informasi, kita dengan mudah dapat menemukannya. Aktifitas utama dari perpustakaan adalah menghimpun informasi dalam berbagai bentuk atau format untuk pelestarian bahan pustaka dan sumber informasi sumber ilmu pengetahuan lainnya. 

Manfaat Perpustakaan

Secara umum manfaat perpustakaan adalah :
  • Menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat.
  • Menjadi tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun non formal.
  • Menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti : Novel, cerita rakyat, puisi, dan sebagainya.
  • Mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas, seperti : pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar, dan sebagainya.

Perpustakaan Keluarga dan Manfaatnya bagi Anak

ilustrasi
Namun, perpustakaan seperti yang dimaksud diatas sampai saat ini masih merupakan konsumsi untuk orang yang sudah dewasa dan belum menjadi tempat yang menarik bagi anak-anak. Anak-anak masih kurang terbiasa berada dalam sebuah ruangan yang luas dan tersusun banyak buku di rak-rak serta didatangi oleh orang-orang yang notabene berusia jauh diatasnya. Untuk itu keluarga harus berupaya bagaimana mewujudkan perpustakaan di dalam keluarga sehingga budaya membaca menjadi tumbuh dalam keluarga.

Ibuku perpustakaan pertamaku. Kalimat ini mengartikan bahwa seorang anak mendapatkan informasi pertama kali dari ibunya karena dimasa kecil ibu lah yang senantiasa mendampingi dan mendidik anaknya sehingga sang anak akan selalu meniru dan mengingat perkataan dan perbuatan ibunya.

Budaya membaca tidak tumbuh dengan sendirinya. Ibu ataupun Bapak yang gemar membaca akan sangat mempengaruhi anak-anaknya untuk membaca. Ini menunjukan betapa besarnya peranan keluarga dalam menambah pengetahuan anak serta membentuk sikap dan mentalnya.

Pengetahuan, sikap, dan mental ini sangat menentukan masa depan sang anak demi mewujudkan cita-citanya. Untuk itu budaya membaca di dalam keluarga harus terus dipelihara. Upaya ini bisa diwujudkan dengan membuat sebuah perpustakaan keluarga di rumah yang dideasin dengan situasi dan kondisi rumah sehingga dapat menarik minat anak untuk membaca.

Manfaat Perpustakaan Keluarga

Manfaat yang didapatkan dari perpustakaan keluarga sangat besar bagi anggota keluarga, diantaranya adalah :
  • Sebagai langkah awal mendekatkan keluarga.
  • Sebagai sumber informasi dan pengetahuan.
  • Sebagai upaya menumbuhkan minat baca, motivasi belajar dan memperluas cakrawala pengetahuan.
  • Membangun persekutuan keluarga.
  • Menjadi wadah bertukar ilmu dan pikiran.
  • Menjadi sarana dokumentasi secara turun temurun aspek historis dalam sebuah keluarga dapat terpelihara dengan baik.
  • Perpustakaan keluarga mewujudkan suasana pembelajaran di rumah,
  • Melatih anak untuk berdisiplin.
  • Meminimalisasi Pengaruh Media Elektronik (TV, HP, Gadget, Game Online)

Kehadiran perpustakaan keluarga juga merupakan usaha meminimalisasi pengaruh media elektronik saat ini yang kadang justru memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak.

Perpustakaan keluarga paling tepat untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan bacaan karena disesuaikan dengan minat spesifik anggota keluarga.

Perpustakaan keluarga bisa menjadi alternatif bagi keluarga untuk menghabiskan waktu di luar menonton televisi yang belakangan mendominasi ruang- ruang keluarga. Perpustakaan keluarga dapat dibuat sesuai kondisi dan kebutuhan setiap keluarga. Ada yang menyediakan sebuah ruangan khusus yang didesain sedemikian rupa menjadi sebuah perpustakaan keluarga yang nyaman. Ada juga yang hanya menyediakan rak-rak buku supaya penyimpanan buku rapi.

Dalam pemilihan buku, terutama untuk anak-anak, harus ada tingkatan buku bacaan sesuai umur anak, dimulai dengan yang ringan dan terus meningkat sampai ke apa yang disukai oleh anak. Disini kita juga bisa melihat apa yang menjadi tipikal kecerdasan sang anak. 

8 Tipe Kecerdasan manusia

Seperti yang duraikan oleh Dr. Howard Gardner bahwa ada 8 Tipe Kecerdasan manusia yaitu :
  1. Kecerdasan Lingusitik dan Verbal (kecerdasan berbahasa)
  2. Kecerdasan logika dan matematika
  3. Kecerdasan Spasial
  4. Kecerdasan Tubuh dan Gerakan (kecerdasan motorik)
  5. Kecerdasan Musikal
  6. Kecerdasan Inter-personal
  7. Kecerdasan Intrapersonal
  8. Kecerdasan Naturalis
Dengan adanya perpustakaan keluarga kita dapat membantu mengarahkan atau membimbing anak untuk mendalami menajamkan dan mengembangkan tipe kecerdasan yang menonjol dalam dirinya.

Menurut Noorika R.Widuri seorang Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, untuk mewujudkan perpustakaan keluarga ada beberapa hal yang bisa jadikan acuan yaitu :

Koleksi

Sebuah keluarga inti terdiri dari bapak, ibu dan anak. Masing-masing memiliki minat sendiri-sendiri. Bapak sangat menyukai buku-buku otomotif, ibu selalu mengkliping resep-resep masakan dan si kecil lebih menyukai buku-buku cerita. Kesemuanya itu bisa kita jadikan koleksi perpustakaan keluarga. Demikian pula dengan surat kabar, majalah, bahan-bahan rujukan seperti kamus, buku panduan dan ensiklopedi serta koleksi non-book media seperti CD dan kaset.

Lokasi

Pemilihan tempat bisa di sudut belakang rumah, ruang keluarga atau ruangan khusus yang dirancang untuk perpustakaan keluarga. Pilih tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Yang terpenting, koleksinya tidak langsung terkena sinar matahari, lembab ataupun terkena air hujan. Sebab hal-hal tersebut dapat merusak koleksi.

Peralatan

Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Jenis perpustakaan ini lebih leluasa dalam pemilihan peralatan. Misalnya desain rak buku yang mudah dijangkau anak-anak, karpet atau bangku-bangku kecil warna warni, bantal-bantal dan asesoris lainnya yang dibuat khas untuk anak-anak. Berilah kesempatan bagi anak-anak untuk memilih cat sesuai dengan warna favoritnya. Untuk pengadaan perabotan ini, perlu diperhatikan hal-hal yang menyangkut keamanan anak saat di lokasi perpustakaan keluarga. Jauhkan peralatan listrik, benda-benda tajam dan sebagainya.

Penyusunan Koleksi

Bidang ilmu perpustakaan mempunyai aturan-aturan baku dalam penyusunan koleksi. Contohnya penggunaan nomor klasifikasi dan katalog. Bagi keluarga yang tidak terbiasa dengan hal-hal tersebut, koleksi dapat disusun menurut topik bahan pustaka.

Untuk memudahkannya, kita bisa mencatat semua koleksi-koleksi dalam sebuah buku. Buku induk,istilahnya. Bila perlu beri cap pada koleksi sebagai tanda kepemilikan. Sediakan satu buku peminjaman. Bukan hal yang mustahil bila suatu saat koleksi kita dipinjam oleh rekan kerja Bapak atau teman anak-anak. Buat juga peraturan-peraturan keluarga seperti mengembalikan koleksi ke rak semula, dan tidak diperkenankan makan dan minum di ruang perpustakaan keluarga.

Pemeliharaan Koleksi

Memelihara buku dan koleksi non-book bukan suatu yang sulit. Bersihkan ruangan sesering mungkin, bersihkan debu-debu yang menempel dibuku, jangan menata buku terlalu rapat, ber rongga agar buku tidak berdesak-desakan. Beri kamper pada rak-rak buku, dan semprot sesekali dengan obat pembasmi serangga.

Acuan diatas diharapkan dapat menjadi pedoman bagi keluarga-keluarga yang ingin membentuk perpustakaan keluarga di rumah masing-masing. Atau secara sederhana cara membuat yang bisa langsung dipraktekkan adalah dengan membuat sebuah wadah (rak kecil) yang berukuran 50 x 100 cm atau sesuai kemampuan dana dan ditempatkan di ruangan yang kondusif untuk melakukan aktivitas membaca. Pertama kali rak tersebut diisi dengan buku, koran, majalah, dll, yang dianggap cocok menjadi konsumsi baca keluarga, selanjutnya akan kelihatan minat spesifik dari anggota keluarga sehingga jenis bacaan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Membangun perpustakaan keluarga adalah wujud kecintaan terhadap keluarga”