Mengintip Kemegahan Perpustakaan Nasional Qatar sebagai Symbol Kemajuan dan Kemakmuran


Dunia Perpustakaan | Apa yang anda ingat saat mendengar negara Qatar?

Sebagian besar orang tentunya akan mengingat kalau negara tersebut merupakan negara yang kaya raya, maju, modern, yang intinya menggambarkan symbol kemakmuran dan kemajuan.

Namun dari banyaknya tulisan yang menggambarkan Qatar, masih sedikit kita jumpai yang mengupas dan mengulas terkait dengan keberadaan Perpustakaan di negara tersebut.

Kami secara bertahap ingin sekali membedahnya secara lebih rinci lagi, namun kami harus mengawalinya dengan sedikit mengupas terkait dengan profil Perpustakaan Nasional Qatar.

Profil Perpustakaan Nasional Qatar
Suasana ruangan utama di Perpustakaan Nasional Qatar yang sangat luas, nyaman, dan bikin ketagihan pengunjung untuk datang kesini


Perpustakaan Nasional Qatar atau Qatar National Library ( QNL ) merupakan salah satu organisasi nirlaba di bawah payung Qatar Foundation untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat.

Perlu anda ketahui bahwa Qatar Foundation untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat merupakan yayasan semi-swasta dan merupakan salah satu organisasi non-profit di Qatar, yang didirikan pada tahun 1995 oleh emir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani dan istri keduanya Moza binti Nasser . Selain pendanaan swasta, yayasan ini didukung oleh pemerintah dalam beberapa hal didanai pemerintah.

Perpustakaan Nasional Qatar bertujuan untuk melayani 3 fungsi
  1. Sebagai perpustakaan nasional, 
  2. Perpustakaan universitas tingkat penelitian, 
  3. Perpustakaan umum pusat metropolitan yang dilengkapi untuk era digital. 
Dalam kapasitasnya sebagai perpustakaan nasional sebagaimana didefinisikan oleh UNESCO, perpustakaan ini mengumpulkan dan menyediakan akses yang mampu mengakses pengetahuan secara global, termasuk konten warisan dan bahan-bahan yang relevan dengan Qatar dan wilayah tersebut.

Selain tujuan diatas, Perpustakaan Nasional Qatar  juga difungsikan sebagai universitas dan perpustakaan penelitian, mendukung pendidikan dan penelitian di semua tingkatan; sekaligus sebagai perpustakaan umum pusat modern, perpustakaan menyediakan layanan dan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi minat baca dan menumbuhkan literasi informasi masyarakat umum. 

Dengan dibukanya Perpustakaan Nasional Qatar  yang baru, perpustakaan terbesar di Qatar ini juga berfungsi sebagai tempat pertemuan komunitas.

Claudia Lux, seorang sarjana Jerman dan profesional perpustakaan, ditunjuk oleh Qatar Foundation untuk menjadi direktur proyek perpustakaan pada April 2012, dan pada awalnya mengawasi peluncuran Perpustakaan Nasional Qatar sebagai perpustakaan digital. 

Pada Oktober 2016, Dr. Sohair Wastawy diangkat sebagai Direktur Eksekutif Perpustakaan Nasional Qatar karena sudah memiliki pengalaman selama selama 30 tahun dalam mengelola perpustakaan.

Koleksi dan Layanan

Koleksi disini sangat lengkap, mulai dari buku-buku lokal, nasional, hingga international ada disini. Pelayanan sangat ramah dan fasilitas sangat memanjakan pengunjung.
Semua koleksi di Perpustakaan Nasional Qatar bisa digunakan secara gratis untuk semua warga negara Qatar atau warga pendatang yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah Qatar.

Koleksi di Perpustakaan Nasional Qatar juga bisa diakses secara gratis dengan beragam koleksi, termasuk didalamnya basis data ilmiah internasional dan jurnal akademis terbaik dunia, serta literatur populer, majalah, sumber daya anak-anak, dan musik.

Perpustakaan Nasional Qatar menawarkan berbagai buku dan e-book, dalam bahasa Inggris, Arab, dan bahasa lainnya, termasuk fiksi dan non-fiksi, buku terlaris dan klasik, serta majalah dan jurnal, DVD, CD, dan buku audio. 

Jumlah koleksi di Perpustakaan Nasional Qatar pada tahun 2018, terdiri dari lebih dari 800.000 buku di raknya dan lebih dari 500.000 e-Book, terbitan berkala dan surat kabar, dan koleksi khusus. 

Dengan fasilitas yang super lengkap dengan dukungan koneksi internet yang super cepat, menjadikan anak-anak muda memaksimalkan semua fasilitas disini untuk mengembangkan usaha dan bisnis mereka serta skill masyarakat Qatar.
Sesuai dengan misi Perpustakaan Nasional Qatar untuk membantu mempersiapkan penduduk Qatar agar berpartisipasi dalam ekonomi pengetahuan global, berbagai program dan layanan pendidikan dan pengajaran telah direncanakan yang berfokus pada literasi informasi, literasi awal, keterampilan penelitian, dan menggunakan sumber daya digital.

Di Perpustakaan Nasional Qatar juga menjalankan kegiatan pemrograman pendidikan perpustakaan termasuk klub buku, kelas belajar bahasa, acara musik, dan lokakarya kerajinan, serta acara untuk anak-anak dan keluarga mereka, seperti mendongeng, kerajinan, dan pameran sains.

Perpustakaan Pusaka

Selain kepemilikan umum (Koleksi Utama) dan sumber daya online akademik, Perpustakaan Nasional Qatar juga menyimpan koleksi Perpustakaan Warisan, yang mencakup buku langka, manuskrip, dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan peradaban Arab-Islam. Beberapa koleksi ini sebelumnya dikenal sebagai Perpustakaan Warisan Arab dan Islam, koleksi ini awalnya dimiliki oleh Yang Mulia Sheikh Hassan bin Mohamed bin Ali Al Thani pada tahun 1979, yang kemudian di tahun 2012 diintegrasikan ke Perpustakaan Nasional Qatar.

Perpustakaan Warisan menyediakan berbagai sumber sejarah tentang Qatar dan wilayahnya, termasuk tulisan-tulisan yang ditulis oleh para pelancong dan penjelajah yang mengunjungi wilayah Teluk Persia selama berabad-abad, naskah Arab, peta sejarah dan bola dunia, serta instrumen ilmiah dan foto-foto awal.

Perpustakaan Nasional Qatar ini juga menampilkan sekitar 2.400 manuskrip berharga, di antaranya 'Mushaf' (Al-Qur'an) dan sastra Arab, dengan fokus utama pada ilmu-ilmu seperti geografi, astronomi, dan matematika. 

Koleksinya juga mencakup bahan cetakan mulai dari saat pencetakan pertama kali diperkenalkan di Eropa abad ke-15, termasuk terjemahan Latin yang berasal dari karya-karya abad ke 15 hingga 17 seperti Canon of Medicine of Avicenna (Ibnu Sina) yang terkenal.

Peta dan manuskrip dari Heritage Collection telah didigitalkan dan dapat diakses oleh pengguna terdaftar melalui katalog online perpustakaan. Bagian-bagian dari koleksi yang memiliki signifikansi internasional tertentu juga telah tersedia secara bebas bagi pengguna di seluruh dunia melalui World Digital Library (WDL), yang didukung secara finansial oleh pihak Perpustakaan Nasional Qatar.

Pada Agustus 2015, Perpustakaan Nasional Qatar oleh Federasi Internasional Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan  ditunjuk sebagai Pusat Pelestarian dan Konservasi (PAC) wilayah MENA. Ada 13 PAC global lainnya pada saat pengangkatan tersebut.

Perpustakaan Digital Qatar

Perpustakaan Nasional Qatar terus mendigitalkan koleksi mereka agar bisa diakses secara online
Qatar Digital Library (QDL) adalah puncak dari kemitraan antara Qatar Foundation , Qatar National Library, dengan British Library pada tahun 2012.

Kemitraan tersebut berupaya untuk mendigitalkan harta benda warisan yang mendokumentasikan sejarah Arab dan Islam serta untuk membuatnya dapat diakses secara bebas untuk umum melalui Qatar Digital Library (QDL), yang diluncurkan online pada Oktober 2014. 

Qatar Digital Library (QDL), dengan antarmuka bilingual bahasa Inggris dan Arab, mencakup 1,5 juta halaman item yang dipegang oleh British Library yang berkaitan dengan sejarah wilayah Teluk Persia. Ini termasuk dokumen yang berasal dari pertengahan abad ke-18 hingga 1950-an dari India Office Records dan Private Papers(termasuk arsip Perusahaan India Timur dan lembaga penerusnya); dan 25.000 halaman adalah manuskrip ilmiah Arab abad pertengahan. 

Fase 3 dari proyek ini bertujuan untuk mendigitalkan 900.000 halaman lainnya yang dimulai pada Januari 2019.

Gedung Perpustakaan Baru

Dengan gedung barunya, Perpustakaan Nasional Qatar semakin lebih megah dan semakin nyaman dan luas.
Bangunan baru Perpustakaan Nasional Qatar dirancang oleh arsitek Belanda Rem Koolhaas sudah selesai dan dibuka untuk umum dalam soft opening pada bulan November 2017.

Fasilitas perpustakaan yang baru ini sangat canggih, mencakup berbagai pembelajaran kolaboratif dan individual. ruang, perpustakaan anak-anak, koleksi remaja dan dewasa muda, laboratorium komputer, fasilitas produksi media digital, ruang pertunjukan, restoran dan kafe, area teknologi bantu, dan pusat penulisan.

Pada 16 April 2018, Perpustakaan Nasional Qatar  mengadakan upacara pelantikan resminya yang terdiri dari upacara besar, di mana Yang Mulia Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani menempatkan buku sejuta di rak-rak Perpustakaan Nasional Qatar. Satu juta koleksi buku perpustakaan termasuk 137.000 buku anak-anak dan 35.000 buku untuk remaja.

Perpustakaan mengeluarkan kompetisi di mana anggota Qatar Foundation dapat memberi nama kafe yang akan datang. Tiga pemenang terpisah memilih nama pemenang "Safahat," yang berarti halaman dalam bahasa Arab. Kafe dibuka dan mulai melayani publik pada akhir September 2018. Keanggotaan perpustakaan gratis bagi siapa pun yang memegang ID Qatar.

Acara dan Pameran

Tak hanya berfungsi sebagai tempat belajar dan riset, Perpustakaan Nasional Qatar juga berfungsi sebagai tempat rekreasi dan hiburan, dimana Perpustakaan Nasional Qatar juga menampilkan berbagai pameran yang berlangsung di berbagai tempat di sekitar gedung perpustakaan.

Salah satu musik favorit masyarakat Qatar diantaranya yaitu The Qatar Philharmonic Orchestra sehingga Perpustakaan Nasional Qatar rutin mengundangnya pentas disini. 
The Qatar Philharmonic Orchestra melakukan kegiatan rutin bulanan untuk masyarakat secara gratis. Lebih dari 80 acara gratis lainnya diadakan di perpustakaan setiap bulan, termasuk kegiatan kelompok rajutan, di mana wanita datang setiap Kamis dan duduk selama empat jam.

Setelah membaca ulasan singkat yang kami sertakan gambar-gambar terkait Perpustakaan Nasional Qatar diatas, bisa disimpulkan bahwa semua 6 Fungsi Perpustakaan sudah dijalankan oleh Perpustakaan Nasional Qatar.

Enam Fungsi Perpustakaan yang dimaksudkan yaitu sebagai tempat menyimpan koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam, untuk sarana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.


Bagaimana di Indonesia?
.. Jika di setiap daerah punya perpustakaan selengkap dan senyaman ini, tapi masyarakatnya tetap malas baca dan malas datang ke perpustakaan, mungkin SANGAT BOLEH pustakawan sebut masyakat minat baca rendah dan gak tau nikmatnya berlama-lama di perpustakaan :-) .."

Tapi kalau kondisi perpustakaan masih banyak kekurangan tapi masyarakat divonis minat baca rendah dan malas datang ke perpustakaan, netizen +62 pasti akan berteriak begini,

...Ngapain ke perpustakaan?, pustakawanya gak ramah, koleksinya lawas, koneksi internet super lelet macem keong pincang, kursinya gak nyaman, toilet kotor banget, dan suara negatif lainya
Semoga di Indonesia semakin banyak perpustakaan yang mampu menjalankan 6 Fungsi Perpustakaan sebagaimana yang sudah dijalankan oleh perpustakaan-perpustakaan besar di penjuru dunia.