Penguatan Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi

Dunia Perpustakaan | Perpustakaan Perguruan Tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung seluruh kegiatan sivitas akademika di Perguruan Tinggi. Mutu koleksi dan layanan perpustakaan dapat meningkatkan citra bagi Perguruan Tinggi.

Perpustakaan, idealnya memberikan citra positif bagi Perguruan Tinggi di mana perpustakaan itu bernaung. Oleh karena itu, menurut Supriyanto (2012: 4) bahwa peran strategis perpustakaan, nampak tercermin dalam tujuan perpustakaan sebagaimana Pasal 4 UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, disebutkan bahwa Perpustakaan bertujuan memberikan layanan  kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk menjadikan perpustakaan strategis, dapat berperan mencapai tujuan yang direncanakan, maka 3 (tiga) pilar utama perpustakaan harus ada yaitu koleksi, pemakai, dan pustakawan.

Peran Perpustakaan dalam Aspek Pendidikan dan Pengajaran

Kita akan sependapat bahwa perpustakaan (Library) merupakan salah satu pusat pemerolehan informasi, pusat sumber belajar, dan merupakan sarana penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Perpustakaan yang paling penting bagi masyarakat atau pemustaka bukan saja bagaimana untuk menjadi tahu (how to know), tetapi dapat belajar tentang bagaimana untuk belajar (learning how to learn) tentang banyak hal. Oleh karena itu, kemudian muncul dan berkembang istilah bahwa “Perpustakaan untuk kita semua” dalam rangka mewujudkan pendidikan sepanjang hayat (lifelong education).

Hal tersebut dapat terealisasi manakala perpustakaan sudah dapat menjalankan semua kegiatannya dengan performa dan kinerja yang kemanfaatannya benar-benar dapat dirasakan oleh banyak orang. Sementara itu pada sisi yang lain masyarakat yang memang diharapkan dapat menggunakan perpustakaan secara baik, teratur, dan terusmenerus berkunjung ke perpustakaan.

Dengan kata lain, antara perpustakaan dan masyarakat (pemustaka) telah terjadi persamaan persepsi dan tujuan, yaitu perpustakaan merupakan bagian keseharian dalam kehidupan yang terus berlangsung menuju masa depan yang lebih baik, kaya pengalaman dan ilmu serta makin cerah dalam menghadapi tantangan yang paling kompleks. Kita tahu bahwa ilmu pengetahuan merupakan salah satu modal terbaik untuk menyongsong masa depan, dan sumber ilmu itu diantaranya adalah perpustakaan.

ilustrasi | creativemarket.com

Perpustakaan masih relevan jika diindentikan dengan buku, sedangkan buku dikaitkan dengan kegiatan belajar-mengajar. Maka perpustakaan pun, termasuk perpustakaan perguruan tinggi,  selalu dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran terbagi atas kegiatan belajar di dalam lingkungan kampus dan di luar lingkungan kampus.

Urgensi peran perpustakaan perguruan tinggi ini berangkat dari paradigma berpikir bahwa perpustakaan adalah salah satu sumber belajar para mahasiswa.

Dalam makalahnya Dede Rosada (2015) menyatakan bahwa mahasiswa menghabiskan waktu perkuliahannya dengan komposisi 66% di/dengan perpustakaan, sedangkan 34% perkuliahan tatap muka dengan dosen. Hal ini terlihat dengan jelas pada diagram berikut:

Diagram Komparasi Komposisi Tempat Belajar Mahasiswa
Dari gambar ini dapat dipahami bahwa sebagian besar waktu belajar mahasiswa dihabiskan di perpustakaan, dimana 66% dihabiskan untuk belajar di perpustakaan, sedangkan 34% waktu perkuliahannya adalah tatap muka di kelas bersama dosen. 

Oleh karena itu, perpustakaan harus mampu memenuhi kebutuhan para mahasiswa yang memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Pemenuhan kebutuhan ini meliputi tempatnya, tata ruang dan kenyamanan, serta koleksi bahan ajar yang diperlukan mahasiswa. 

Di sisi lain, perpustakaan juga harus memberikan layanan belajar kepada para mahasiswa dalam waktu yang sangat panjang.

Ada satu hasil penelitian tentang peranan perpustakaan sebagai sumber belajar yang dilakukan oleh Tri Sulistyowati (2013:84), yang menyimpulkan bahwa:
  1. Perpustakaan sebagai media atau jembatan yang menghubungkan antara sumber informasi dan pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi perpustakaan dengan para pemakainya.
  2. Perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai, dan antara penyelenggara perpustakaan dengan masyarakat yang dilayani.
  3. Perpustakaan dapat berperan sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca, dan budaya baca melalui penyediaan bahan bacaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
  4. Perpustakaan dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator, dan motivator yang ingin mencari, memanfaatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalamannya.
  5. Perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan, dan agen kebudayaan umat manusia. Sebab berbagai penemuan, sejarah, pemikiran dan ilmu pengetahuan yang ditemukan pada masa lalu, yang direkam dalam bentuk tulisan/ bentuk tertentu yang disimpan dalam perpustakaan dapat dipelajari, diteliti, dikaji, dan dikembangkan oleh generasi sekarang dan kemudian dipergunakan sebagai landasan penuntun untuk merencanakan masa depan yang lebih baik.
Beberapa point tersebut memberikan pemahaman kepada kita bahwa, perpustakaan mempunyai peran yang sangat urgen dalam menunjang kegiatan tri dharma perguruan tinggi, dimana salah satunya adalah pendidikan dan pengajaran. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Utomo (2002:1) bahwa salah satu fungsi dari Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah  sebagai lembaga pendukung pendidikan (pencerdas bangsa). Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh civitas akademika suatu perguruan tinggi.

Peran Perpustakaan dalam Aspek Penelitian

Utomo (2002: 1) menjelaskan bahwa ada beberapa fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu lembaga pelestari hasanah budaya bangsa, wahana rekreasi berbasis ilmu pengetahuan, Lembaga pengelola sumber-sumber informasi, Lembaga pelayanan dan pendayagunaan informasi, dan Lembaga pendukung pendidikan (pencerdas bangsa). 

Dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0103/o/1981 menyatakan Perpustakaan Perguruan Tinggi (PPT) berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar, pusat penelitian dan pusat informasi bagi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan budaya serta peningkatan kebutuhan pemustaka, maka salah satu fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi yang urgen adalah Research Center. 

Fungsi ini senada dengan yang tertuang dalam Pedoman Umum Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004:3-4), bahwa salah satu fungsinya adalah Fungsi riset, dimana perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 

Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang. Hal ini dimaksudkan bahwa perpustakaan dapat dipergunakan sebagai pusat informasi untuk mendapatkan bahan atau data atau informasi untuk menunjang dalam melakukan penelitian. Fungsi ini sangat urgen di perguruan tinggi, artinya perpustakaan dapat dipergunakan sebagai pusat informasi untuk mendapatkan bahan atau data atau informasi untuk menunjang dalam melakukan penelitian.

Dunia perguruan tinggi adalah dunia akademik yang sangat identik dengan kegiatan ilmiah. Seorang dosen, disamping menunaikan tugasnya melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, dia dituntut pula untuk melakukan penelitian-penelitian dan menghasilkan karya ilmiah. Pada posisi inilah, perpustakaan sangat penting dalam menunjang dan memperkaya sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang berguna bagi civitas akademika yang akan melakukan penelitian (research).

Peran Perpustakaan dalam Aspek Pengabdian Kepada Masyarakat

Fungsi informasi dan publikasi merupakan dua fungsi yang sangat urgen untuk menunjukkan peran perpustakaan dalam hal menunjang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di suatu perguruan tinggi. Dari segi pengabdian masyarakat minimal ada dua hal yang bisa dilakukan perpustakaan perguruan tinggi. 

Pertama, menyediakan sumber-sumber informasi dan publikasi ilmiah kepada masyarakat kampus. Kedua, para pustakawannya terjun langsung membina masyarakat, terutama masyarakat kampus. 

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membina kesadaran moral masyarakat kampus akan pentingnya keberadaan suatu perpustakaan. Lebih jauh, perpustakaan dan pustakawan juga bisa membina masyarakat di luar kampus dalam rangka melakukan pengabdian masyarakat yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan membentuk dan membina rumah baca, taman bacaan, rumah pintar, dan sebagainya. Dimana goal utamanya adalah ikut serta melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Penutup   

Dari penjelasan tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan unit pelaksana teknis (UPT) yang bersama-sama dengan unit lain melaksanakan Tri Dharma PT (Perguruan Tinggi) melalui menghimpun, memilih, mengolah, merawat serta melayankan sumber informasi kepada lembaga induk khususnya dan masyarakat akademis pada umumnya. 

Pada dasarnya, Perpustakaan perguruan Tinggi (PPT) sering diibaratkan sebagai jantungnya Perguruan Tinggi (the heart of university). Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan tersebut harus ada agar dapat memberikan layanan kepada civitas akademika sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, maka diperlukan pengetahuan tentang pedoman, pengelolaan maupun upaya pencapaian pada standar PPT yang baku.

Perpustakaan Perguruan Tinggi dihadapkan pada beberapa hal:  laju perkembangan TI dan produknya, pengetatan anggaran, tuntutan pengguna, tuntutan perpustakaan untuk berubah dan berkembang, dan sebagainya. Oleh karena itu, manajemen perpustakaan harus mampu beradaptasi dan mengikuti tuntutan tersebut. Bisa jadi ini merupakan pekerjaan besar tidak saja bagi pengelola perpustakaan, kepala perpustakaan, pimpinan perguruan tinggi, tetapi juga bagi para pengambil/penentu kebijakan. 

Semoga para pengambil/penentu di negeri ini peduli untuk mengembangkan perpustakaan.

Disisi lain, perpustakaan merupakan jantungnya perguruan tinggi. Oleh karena itu, supaya jantung ini tetap sehat, maka ia harus dipelihara dari hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan jantung. Sehingga dengan sehatnya jantung, maka sirkulasi ilmu pengetahuan akan mengalir kepada pengguna perpustakaan secara normal.

Rhoni Rodin
Penulis adalah Pustakawan IAIN Curup dan Tenaga Pengajar Prodi Ilmu Perpustakaan di IAIN Curup, UT Palembang dan UIN RF Palembang.