Header Ads

___________________________________________
Kirim tulisan anda melalui WhatsApp Kami 08586 8080 173
Via Email: duniaperpustakaan.com@gmail.com

Tulisan Terkini

Inspiratif, Pemuda ini Buat Perpustakaan Gratis Delivery Order

Inspiratif, Pemuda ini Buat Perpustakaan Gratis Delivery Order.


Dunia Perpustakaan | Lesunya dunia literasi di Kota Malang mendapat perhatian dari sejumlah pemuda. Mereka mendirikan perpustakaan gratis dengan sistem delivery order.

Sesuai namanya perpustakaan ini bersedia mengantarkan buku kepada si peminjam. Untuk bisa meminjam hanya perlu mengirim pesan singkat ke nomor handphone 08579128582. Nomor ini milik Muqtadi Amri, alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang merupakan kordinator perpustakaan tersebut.

Selain bersistem delivery order, peminjam buku juga bisa berjanjian dengan pegiat perpustakaan gratis itu atau dalam jual beli online biasa disebut dengan COD atau Cash on Delivery.”Peminjaman buku gratis, hanya perlu meninggalkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) sebagai jaminan,” kata Amri dikutip dari radarmalang.co.id [15/04/16].

Perpustakaan ini digagas oleh Komunitas Gubuk Tulis yang dikenal dengan kepeduliannya pada dunia literasi di Kota Malang. Perpustakaan delivery order ini sendiri merupakan salah satu program Gubuk Tulis yang diberi nama tebar baca.

Sampai saat ini ada sekitar 50 buku yang bisa dipinjam. Para petugas yang dengan ‘ikhlas’ mengantar buku ada lima orang yang merupakan aktivis Gubuk Tulis. Kebanyakan pegiat komunitas ini adalah mahasiswa dan alumni UIN Malang.

Amri melanjutkan, setelah buku dipinjam ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh peminjam yakni mereview buku yang mereka pinjam. Review buku harus berupa tulisan sehingga bisa didiskusikan dan juga bisa diunggah ke website gubuk tulis yakni www.gubuktulis.wordpress.com.”Kita ingin setelah selesai membaca mereka menulis, sehingga selain mendapat pengetahuan juga mengasah keterampilan menulis,” tambahnya.

Viky Maulana, salah seorang pegiat gubuk tulis menambahkan, diadakannya perpustakaan ini karena mereka miris lesunya dunia literasi yang ada di Kota Malang. Menurut dia, kota ini adalah kota pendidikan tapi masih kalah jauh dari Jogjakarta dalam hal literasi.

”Perpustakaan ini sudah berjalan sejak awal April lalu, dan sudah ada enam orang yang pinjam,” kata mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang ini.
---------------------------------------------
Kirim tulisan anda melalui WhatsApp Kami 08586 8080 173